Small Cute Grey Red Outline Pointer
SAY HELLO!

Maximum quality for Chrome
1366 x 768 screen resolution

Skin by Le Vans. xoxo
»resensi *
Minggu, 16 Januari 2011

Judul : Pak Beye dan Istananya
Penerbit : Kompas ,Jakarta
Penulis : Wisnu Nugroho
Cetakan : ketiga, Agustus 2010
Halaman : XL + 256 halaman
Ukuran : 14Cm x 21 Cm
ISBN : 978- 979-709-5050-5

Sinopsis “Pak Beye dan Istananya”



Selama ini dalam pemberitaan mengenai dunia SBY (presiden kita saat ini) selalu disampaikan secara serius. Pak Beye bukanlah manusia yang sempurna. Jadi, patut dimaklumi bila dalam bertindak pak Beye juga melakukan kesalahan. Walaupun demikian, pak Beye selalu berusaha untuk terlihat sempurna pada khalayak umum.Tanpa disadari kehidupan sepele yang terjadi di istana pak Beye kadang menjadikan misteri tersendiri. Sehingga hal yang sepele ini membuat Wisnu (wartawan sekaligus penulis) untuk merekam peristiwa tersebut. Seperti mobil putra bungsu Pak Beye, Edhie Baskoro Yudhoyono, setidaknya dua mobil Ibas -sapaan Edhie Baskoro- terekam kamera Wisnu, yakni Audi bernopol B 24 EB dan Chevrolet bernopol B 2411 EB. Masih ada Mercedes-Benz, BMW, dan merek lain yang juga kerap ditunggangi Ibas. Pada setiap pelat nomor mobil Ibas, dua huruf belakangnya selalu sama, yakni EB. Itu menunjukkan siapa pemilik mobil-mobil tersebut.
Selain itu, selalu ada unsur angka 24 yang menunjukkan tanggal kelahiran Ibas. Kemudian, saat rapat kabinet halaman Istana Negara menyerupai showroom mobil. Puluhan Toyota Camry hitam, mobil dinas menteri saat itu (sekarang Toyota Crown), berjajar rapi. Rupanya, ada satu mobil yang berbeda mereknya. Mobil berpelat nomor RI 13 itu bermerek Lexus . Itu adalah kendaraan Menko Kesra kala itu, Aburizal Bakrie. Setelah dipostkan bahwa A.R. Bakrie adalah orang terkaya di Indonesia, beliau tak pernah menggunakn mobil berpelat nomor RI14, dan konon sejak menggunakan pelat nomor RI13 beliau sering mendapat sial.
Taufiquerrachman ruki (ketua KPK saat itu) sepertinya kurang beruntung, beliau harus melakukan pemeriksaan yang sangat lama oleh Paspampres sebelum masuk istana karena mobil kijangnya, tidak semulus Fahmi Idris ( menteri perindustrian ) yang memakai mobil merk “Camry”. Kemudian, ada tamu istimewa pak Beye yang memakai mobil Rolls-Royce warna cokelat muda kinclong dengan pelat nomor 234 yang sesuai dengan usaha yang dipimpinnya yaitu perusahaan rokok “Sampoerna”. Ada pula tamu dengan mobil merek Bentley warna hitam dengan nomor polisi B 65 HT. Mungkin karena takut mobilnya kepanasan, mobil itu diparkir di bawah tenda yang biasa dipakai ibu negara Ani Yudhoyono untuk mendukung program Indonesia Pintar ke seluruh Indonesia. Tulisan di tenda itu: Gemar Membaca Meraih Cita-Cita.
Ternyata tidak hanya mobil bergengsi yang bias masuk istana. Pada hari Jumat menjelang pemilu ada keajaiban diistana,puluhan metromini dan mikrolet terparkir di halaman istana dan sekretariat Negara. Metromini dan mikrolet itu bias masuk istana karena mengantar anggota Majelis Dzikir SBY Nurussalam yang sepekan sekali rutin pengajian di Masjid Baiturrahman, samping Istana Merdeka.



Pak Beye termasuk kategori orang yang tidak neko- neko dalam urusan makanan. Bu Budi, pemasaknya sering membeli bahan makanan di pasar tradisional daripada ke supermarket. Menu yang sering dimasak Bu Budi untuk Pak Beye, antara lain, gado-gado, pecel, trancam, sayur asam, ikan asin, tahu goreng, tempe goreng, dan empal. Sedangkan camilan yang paling disukai Pak Beye adalah tahu sumedang.
Saat tahun baru 2007 ada yang hilang dari pak Beye, tahi lalatnya entah kemana. Mungkin, jarang yang menyadari kalau tahi lalat pak Beye dihilangkan. Tanpa tahi lalat itu, penampilan Pak Beye menjadi lebih ‘’sempurna”. Tahi lalat memang tidak penting, namun perlu juga untuk diketahui dalam hal ini.
Setiap akan melakukan wawancara dengan wartawan, atau konferensi pers yang akan ditayangkan di televise, pak Beye harus konfirmai dahulu dengan wartawannnya. Sehingga performance pak Beye diatur dengan baik dan terlihat sempurna. Namun, pernah saat itu skenario pak Beye kurang berhasil. Pak Beye ingin diwawancarai model doorstop di depan ruang kerjanya, Ternyata, tak ada seorang pun kamerawan televisi yang mau bergerak. Alasannya, lampu di depan kantor presiden tidak terlalu terang sehingga akan kurang bagus gambarnya. Pihak istana sempat mendatangkan lampu sorot agar skenario presiden berjalan lancar. Setelah dicoba, justru lampu sorot itu akan menyilaukan Pak Beye. Keterangan Pak Beye tentang fokus pemerintah menghadapi krisis keuangan global akhirnya dipindahkan ke tempat biasanya, ruang jumpa pers lengkap dengan podium garuda yang selalu dibawa saat Pak Beye berkunjung ke daerah.
Kelebihan buku :
Isi buku memberikan informasi mengenai kehidupan presiden kita yang jarang diketahui oleh masyarakat umumnya, sehingga kita dapat mengetahui bagaimana kehidupan presiden SBY ini dan lingkungan istananya yang jarang terlihat pada sorot kamera.
Berita dipaparkan dengan lugas dan apa adanya.
Kualitas kertas bagus, tidak tipis tetapi tidak tebal.
Setiap bab cerita diberi tambahan gambar.
Kekurangan buku :
Sampul buku kurang menarik.
Bahasa dalam menyampaikan informasi terlalu santai dan kadang kurang mudah dimengerti.
Kesimpulan :
Dalam menjalankan suatu kepemimpinan belum tentu dapat berjalan sempurna dan sesuai rencana,
Dari buku ini dapat diketahui jikalau seorang pemimpin tetap tidak bisa hidup tanpa rakyat dibawahnya.
Menjadi pejabat negara juga memikirkan nasib rakyatnya.


Jadi begini, di SMA 1 Purworejo ini, setiap siswa dianjurkan untuk membaca sekaligus meresensi 3 buah novel atau buku setiap semesternya, jadi selama kurang lebih 3 tahun kita bisa membaca novel kira” 18 buku atau novel.. nah, cukup bermanfaat jg sih ada tugas seperti ini, jadi bisa nambah-naambah wawasanlah setidaknya. Nah, kebetulan sy sempet mampir ke shoping *Jogja waktu itu, terus liat-liat buku, eeh nemu ini buku “PAK BEYE dan ISTANANYA”. Sebenernya ini buku tetralogi, tapi berhubung sy hanya bisa membeli satu buku maka sy tidak membeli ke empat bukunya,hehe. Terus sy pgn meresensi buku ini, ya makanya sy resensi..hehe. Bukunya cukup menarik bagi sy karena sy cukup tertariklah dengan urusan pemerintahan ,wkwkwk. Dan berhubung sy belumpenuhnya bisa meresensi, jadi resensinya gag tau udah bener apa belum itu ya...hehe. kalau ada saran boleh kok, bisa mjd perbaikan untuk sy k depannya. : ) . terimakasih, semoga bermanfaat untuk reader blog sy : ), ohiya terimakasih jd untuk pengarang+penerbit nya deh !


Label:

words spilled @ Minggu, Januari 16, 2011 / leave goosebumps here